A NEW IDENTITY. THE SAME JOURNEY.
Blue Power Technology is now Converion Solution Informatica.

WhatsApp

Click To Chat

Mengenal Enterprise Agentic AI: Saat AI Mulai Bertindak untuk Bisnis

Home > News & Blog

Enterprise Agentic AI Tools Teradata Converion Informatica

Enterprise agentic AI menandai babak baru ketika AI di lingkungan bisnis tidak lagi sekadar membantu manusia memahami data menjadi teknologi yang dapatmengambil peran lebih aktif dalam menjalankan pekerjaan. Jika traditional AI dan generative AI banyak digunakan untuk menghasilkan insight, prediksi, ataurekomendasi, agentic AI membawa kemampuan tersebut selangkah lebih jauh dengan memungkinkan AI agents merencanakan dan menjalankan serangkaiantindakan untuk mencapai tujuan tertentu.

Perubahan ini membuka peluang besar bagi enterprise untuk mempercepat proses analitik, mengurangi pekerjaan manual, dan membuat keputusan berbasisdata dengan lebih cepat.

Namun, semakin besar otonomi yang diberikan kepada AI, semakin penting pula fondasi yang mendukungnya. Trusted data, interoperability, security,governance, dan enterprise-grade control menjadi penentu apakah agentic AI dapat bekerja reliable di lingkungan produksi, bukan hanya di lingkungan uji cobaatau pilot.


Apa Itu Enterprise Agentic AI?

Secara sederhana, agentic AI memungkinkan sistem tidak hanya menjawab instruksi, tetapi juga memahami tujuan, menentukan langkah yang diperlukan, memilih tools yang tersedia, dan menyesuaikan tindakan berdasarkan hasil yang diperoleh.

Dalam konteks enterprise, AI agents dapat berinteraksi dengan data, AI models, applications, dan enterprise systems untuk menjalankan complex analyticalmaupun operational workflows. Agent memecah sebuah tujuan menjadi beberapa tahapan, menjalankan workflow, lalu menentukan langkah berikutnyaberdasarkan konteks yang tersedia.

Agentic AI vs Traditional dan Generative AI

Perbedaannya dapat dilihat dari cara AI digunakan. Jika AI biasa membantu menjawab “Apa yang terjadi?”, agentic AI melangkah lebih jauh dengan membantumenentukan “Apa yang perlu dilakukan selanjutnya?” dan menjalankan proses tersebut sesuai batasan yang telah ditentukan.


Mengapa Agentic AI Menjadi Semakin Penting untuk Enterprise?

Perkembangan agentic AI menandai pergeseran dari AI-assisted workflows menuju autonomous execution. AI tidak lagi hanya membantu manusia membangunmodel, membaca hasil analitik, atau menghasilkan rekomendasi. Dengan dukungan agentic AI tools, agent dapat mengambil tactical action sertamemanfaatkan aplikasi dan workflow lain untuk mencapai tujuan tertentu.

Bagi enterprise, perubahan ini dapat memperpendek jarak antara data, insight, decision, dan action. Proses analitik yang sebelumnya membutuhkan beberapatahapan manual dapat dijalankan dengan lebih cepat, sementara pekerjaan repetitif dapat dipangkas.

Nucleus Research juga melihat perubahan serupa dalam ekosistem DSML. Platform kini semakin dinilai berdasarkan kemampuannya menghubungkan data, model, dan business processes untuk mendukung agent-driven workflows, mempercepat analytics cycles, dan memperluas akses terhadap data-driven decision-making.

Namun, kemampuan untuk bertindak secara autonomous juga berarti agent membutuhkan konteks dan kontrol yang jauh lebih kuat.


Apa yang Dibutuhkan Enterprise Agentic AI Agar Bekerja Maksimal?

Agent tidak bisa bekerja secara autonomous jika hanya memiliki model AI tanpa akses terhadap konteks yang reliable. Data harus trusted, memiliki business context, dan dapat diakses sesuai permission. Di saat yang sama, agent perlu terhubung dengan tools dan enterprise systems agar insight dapat diteruskanmenjadi action.

Karena itu, ada beberapa fondasi penting yang perlu dipersiapkan enterprise:

â—ŹTrusted data & context: memastikan agent menggunakan data yang akurat, konsisten, dan relevan.
â—ŹInteroperability: memungkinkan agent berinteraksi dengan berbagai data source, tools, applications, dan models.
â—ŹSecurity & governance: mengatur siapa dan apa yang dapat diakses agent serta tindakan apa yang diperbolehkan.
â—ŹMonitoring & auditability: memberikan visibilitas terhadap reasoning, tools, dan tindakan yang diambil agent, sekaligus menopang kebutuhan compliance.
â—ŹHuman oversight: menyediakan kontrol manusia untuk workflow atau keputusan yang membutuhkan judgment.

Fondasi tersebut menjadi semakin penting ketika agent berpindah dari pilot ke production. Governance, transparency, monitoring, human-in-the-loop controls,dibutuhkan agar peningkatan autonomy tetap disertai accountability.

Baca Juga: Dify: Platform AI Orchestration untuk Membangun AI Enterprise yang Lebih Akurat dan Terintegrasi


Bagaimana Teradata Membantu Enterprise Mengadopsi Agentic AI?

Agar agentic AI bisa digunakan di lingkungan enterprise, AI agent perlu lebih dari sekadar kemampuan memahami instruksi. Agent juga harus dapat mengaksesdata yang relevan, terhubung dengan sistem yang digunakan perusahaan, menjalankan tugas, dan tetap bekerja dalam batasan yang telah ditentukan.

Teradata mendukung kebutuhan tersebut melalui Enterprise AgentStack, sekumpulan agentic AI tools untuk membangun, menjalankan, dan mengelola AI agents dalam satu lifecycle yang terintegrasi. Diumumkan pada Januari 2026, AgentStack terdiri dari empat komponen yang masing-masing menangani tahapanberbeda dan seluruhnya bertumpu pada Teradata Vantage sebagai fondasi data:

AgentBuilder mempercepat pembuatan agents lewat pendekatan no-code maupun pro-code, dengan integrasi ke framework seperti Karini.ai, LangGraph, CrewAI, dan Flowise. Tersedia pula pre-built expert agents untuk kebutuhan seperti Customer Lifetime Value, SQL optimization, data science workflow, dan system monitoring. Teradata sendiri mendukung framework open-source seperti LangGraph, CrewAI, dan Flowise, serta konfigurasi BYOM/BYO-LLM agar enterprise tidak terkunci pada satu vendor model.

Enterprise MCP kumpulan tools, prompts, dan resources terkurasi yang menghubungkan agent dengan data serta kemampuan Teradata Vantage. Cakupannyameliputi query data terstruktur dan tidak terstruktur, advanced analytics, document extraction, semantic search, respons berbasis RAG, metadata discovery, hingga SQL generation.

AgentEngine execution environment yang aman dan scalable untuk single agent, multi-agent system, maupun custom workflow, termasuk untuk kebutuhanhybrid environment.

AgentOps memberikan visibilitas dan kontrol terpusat untuk untuk discovery, monitoring, dan lifecycle management agent. Di sinilah policy, guardrails, evaluations, compliance checks, dan human-in-the-loop controls ditegakkan, dilengkapi agent playground untuk prototyping dan mendukung governance dan auditability.

Dengan pendekatan ini, enterprise tidak hanya membangun AI agent, tetapi juga menyiapkan lingkungan agar agent dapat digunakan dan dikelola secara lebihaman ketika mulai menangani workload nyata. Deployment-nya pun fleksibel: versi cloud mulai tersedia pada kuartal kedua 2026, sementara opsi on-premisesmenyusul pada tahun yang sama.

Baca Juga: AI Agent Jadi Ancaman atau Kunci Kelangsungan Bisnis?


Bagaimana Tantangan Enterprise dalam Mengubah Agentic AI dari Pilot ke Produksi?

Membuat AI agent untuk sebuah pilot mungkin relatif mudah ketika cakupannya masih terbatas. Tantangannya mulai terasa ketika agent harus digunakan dalamproses bisnis yang sebenarnya.

Data industri menunjukkan tantangannya nyata. Gartner memperkirakan lebih dari 40% proyek agentic AI akan dibatalkan sebelum akhir 2027, dipicubiaya yang membengkak, business value yang tidak jelas, dan kontrol risiko yang belum memadai. Survei NewtonX untuk Teradata juga menemukan 93% organisasi kesulitan menyusun governance dan guardrails bagi inisiatif AI mereka.

Di tahap production, agent perlu bekerja dengan lebih banyak sumber data, berbagai aplikasi, pengguna dengan akses berbeda, serta workload yang lebihbesar. Pada saat yang sama, enterprise tetap harus memastikan setiap tindakan agent dapat dipantau, dikontrol, dan dipertanggungjawabkan.

Karena itu, perpindahan dari pilot ke production bukan sekadar “membuat agent bekerja”. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan agent bekerja secarakonsisten, aman, dan scalable di lingkungan enterprise. Teradata menempatkan build, integration, deployment, dan governance sebagai bagian dari lifecycle agent agar kebutuhan tersebut dapat dikelola dalam satu pendekatan.

Pendekatan yang terintegrasi juga membantu mengurangi kompleksitas ketika enterprise perlu menghubungkan data, AI models, tools, dan workflow yang sebelumnya tersebar di sistem berbeda. Dengan fondasi tersebut, agentic AI memiliki jalur yang lebih jelas untuk berkembang dari eksperimen menjadi bagiandari operasional bisnis.


Mengapa Teradata Menjadi Solusi yang Relevan untuk Enterprise Agentic AI?

Keberhasilan agentic AI tidak hanya ditentukan oleh seberapa pintar model yang digunakan. Enterprise juga membutuhkan data yang dapat dipercaya, konektivitas ke sistem yang relevan, serta kontrol yang memastikan AI dapat bertindak sesuai kebutuhan bisnis.

Teradata menggabungkan kebutuhan tersebut melalui Teradata Vantage sebagai fondasi data dan analytics, Enterprise AgentStack sebagai lapisan agentic, serta governance yang terintegrasi di dalamnya. Vantage menyatukan data terstruktur dan tidak terstruktur di lingkungan cloud maupun on-premises, sehinggaagent bekerja di atas konteks enterprise yang sama, bukan salinan data yang terpisah.

Pendekatan tersebut juga mendapat pengakuan dari Nucleus Research. Dalam 2026 DSML Platform Technology Value Matrix, yang dirilis April 2026 ,Teradata masuk kategori Leader atas lebih dari 20 vendor yang dievaluasi berdasarkan functionality dan usability. Research Analyst Nucleus Research, Duncan Van Kouteren, menilai posisi Teradata mencerminkan kekuatan fondasinya sekaligus inovasi agentic-nya, dan menyebut Enterprise AgentStack serta MCP Server memberi organisasi jalur terstruktur untuk men-deploy sekaligus melakukan governance terhadap AI agents dalam skala besar.

Dengan fondasi data yang tepercaya, konektivitas yang terbuka, serta governance dan kontrol di tingkat enterprise, agentic AI dapat bergerak lebih jauh darisekadar eksperimen menuju penggunaan yang lebih reliable dan scalable dalam operasional bisnis.

Baca Juga: Bisakah AI Bekerja Sendiri? Inilah HiAgent dari BytePlus, Platform Cerdas untuk Bisnis Modern


FAQ Mengenai Enterprise Agentic AI

Apa perbedaan AI Agent dan Agentic AI?

AI agent merujuk pada entitas yang menjalankan tugas, sedangkan agentic AI adalah pendekatan yang memungkinkan satu atau beberapa agent memahamitujuan, menyusun langkah, memakai tools, dan menyesuaikan tindakan berdasarkan hasil. Satu inisiatif agentic AI di enterprise biasanya melibatkan banyakagent yang saling terhubung.

Apa saja Agentic AI tools yang dibutuhkan enterprise?

Mengacu pada pendekatan Teradata, setidaknya ada empat kelompok agentic AI tools yang perlu tersedia: tools untuk membangun agent (AgentBuilder), konektor yang menghubungkan agent ke data dan kemampuan enterprise (Enterprise MCP), runtime untuk menjalankan agent secara scalable (AgentEngine), serta lapisan monitoring dan governance (AgentOps). Keempatnya disatukan dalam Enterprise AgentStack.

Apakah Agentic AI aman digunakan pada proses bisnis kritikal?

Keamanannya bergantung pada kontrol yang menyertainya. Agent perlu dibatasi lewat permission yang jelas, policy enforcement, audit trail, serta human-in-the-loop pada keputusan yang membutuhkan judgment. Tanpa lapisan tersebut, autonomy justru menambah risiko operasional.

Dari mana enterprise sebaiknya memulai adopsi Agentic AI?

Mulailah dari kesiapan data. Audit kualitas, business context, dan permission model pada data yang akan dipakai agent, lalu pilih satu use case bernilai tinggidengan cakupan terbatas. Setelah pola kerja dan kontrolnya terbukti, barulah perluas ke workflow lain.


Siap Membangun Fondasi Enterprise Agentic AI?

Mengadopsi agentic AI bukan hanya tentang memilih AI model atau membangun sebuah agent. Enterprise perlu memastikan data, infrastructure, integration, security, dan governance dapat bekerja bersama untuk mendukung AI dalam jangka panjang.

Sebagai bagian dari CTI Group, Converion Solution Informatica siap membantu enterprise mengevaluasi kebutuhan data dan AI, merancang pendekatanyang sesuai, hingga mengintegrasikan solusi enterprise untuk mendukung perjalanan menuju AI yang lebih autonomous.

Konsultasikan kebutuhan AI dan IT Anda bersama tim Converion untuk menemukan pendekatan yang tepat bagi bisnis Anda.

Penulis: Wilsa Azmalia Putri

Content Writer CTI Group

.

Share on:

telephon

PHONE:
+6221 806 22278

Whatsapp

CONVERION CARE HUB​:
+6221 806 22278

Start a Conversation