Traffic ke website biasanya menjadi salah satu indikator penting bagi bisnis digital. Namun, tidak semua traffic berasal dari manusia.
Seiring perkembangan AI, semakin banyak bot yang mengakses website untuk mengambil informasi, memahami konten, memberikan jawaban kepada pengguna, hingga menjalankan aktivitas secara otomatis. Bahkan, traffic bot berbasis AI dilaporkan meningkat hingga 300 persen dalam satu tahun, menunjukkan bahwa AI bot bukan lagi fenomena yang dapat diabaikan oleh bisnis online.
Di tengah pertumbuhan ini, bisnis perlu melihat traffic AI secara lebih selektif. Sebagian bot dapat membantu memperluas visibilitas konten, sementara lainnya berpotensi meningkatkan beban infrastruktur atau membuka celah keamanan.
Artinya, meningkatnya AI bot traffic tidak selalu berarti kabar baik. Nilainya bergantung pada siapa yang mengakses, apa yang diakses, dan aktivitas apa yang dilakukan.
Mengapa AI Bot Traffic Terus Bertumbuh?
Perubahan perilaku pengguna internet menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya AI bot traffic. Saat ini, pengguna semakin sering meminta AI assistant untuk mencari informasi, membuat rangkuman, membandingkan produk, hingga memberikan rekomendasi.
Untuk memberikan jawaban tersebut, AI membutuhkan akses terhadap berbagai sumber informasi di internet. Akibatnya, AI bot semakin aktif melakukan crawling dan fetching terhadap konten website. Imperva mencatat legitimate AI bots saat ini menyumbang sekitar 2 persen dari total session traffic, dengan AI crawlers dan AI fetch bots sebagai dua kelompok utama.
Namun, pertumbuhannya perlu diperhatikan. Imperva juga melaporkan jumlah AI-driven bot attacks meningkat 12,5 kali pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Bisa dibilang, AI traffic membawa dua sisi sekaligus yaitu peluang untuk meningkatkan digital visibility dan risiko baru terhadap keamanan aplikasi.
.
Baca Juga: Antisipasi Serangan Bot AI, Pakai Bot Management
.
Mengenal 4 Jenis AI Bot dan Fungsinya
Tidak semua AI bot perlu diperlakukan sama. Imperva mengelompokkan AI traffic ke dalam empat kategori utama.
1. AI Search Bots
Bot yang melakukan crawling terhadap website agar AI-powered search atau answer engine dapat memahami konten yang tersedia. Bot jenis ini dapat membantu konten bisnis muncul dalam jawaban dan rekomendasi berbasis AI.
2. AI Training Bots
Bot yang mengumpulkan konten publik untuk melatih atau meningkatkan model AI. Bagi bisnis, aktivitas ini perlu dipertimbangkan dengan lebih hati-hati karena dapat melibatkan intellectual property, riset, atau konten proprietary.
3. AI Fetch Bots
Bot yang mengambil halaman tertentu berdasarkan permintaan pengguna, misalnya ketika pengguna meminta AI untuk merangkum sebuah halaman atau membandingkan informasi dari website tertentu. Meski umumnya memiliki use case yang legitimate, traffic ini tetap perlu diperiksa karena dapat dimanfaatkan untuk mengirimkan request berbahaya.
4. Agentic AI
Berbeda dari crawler biasa, agentic AI dapat berinteraksi langsung dengan business logic, seperti melakukan login, mencari inventory, mengisi formulir, memanggil API, atau menjalankan workflow tertentu. Karena itu, pengamanannya perlu mempertimbangkan bukan hanya identitas bot, tetapi juga aksi yang dilakukan.
.
Risiko di Balik Meningkatnya AI Bot Traffic
Jika tidak dikendalikan, AI bot traffic dapat menciptakan sejumlah risiko bagi bisnis. Pertama, data scraping dan kehilangan kontrol atas konten yang mana bot dapat mengumpulkan informasi produk, dokumentasi, riset, maupun intellectual property dalam skala besar.
Kedua, peningkatan beban infrastruktur. Crawling dalam volume tinggi dapat mengonsumsi bandwidth dan resource server, bahkan berpotensi memengaruhi pengalaman pengguna dan meningkatkan biaya operasional.
Ketiga, risiko keamanan aplikasi. AI fetch bots yang legitimate sekalipun dapat dimanipulasi untuk mengirimkan malicious payload. Karena itu, mengenali bot berdasarkan identitas saja tidak cukup, setiap request tetap perlu melalui security inspection.
Terakhir, distorsi data analytics yaitu ketika sebagian traffic berasal dari automated activity, metrik seperti jumlah kunjungan, engagement, dan session duration dapat memberikan gambaran yang kurang akurat mengenai perilaku pengguna sebenarnya.
.
Baca Juga: Bad Bot Kuasai 44,5% Trafik Travel! Ketahui Urgensi Bot Detection untuk Bisnis Anda
.
Menentukan AI Bot Traffic yang Dapat Dipercaya
Pendekatan yang efektif bukan dengan memblokir seluruh AI bot, melainkan mengklasifikasikan traffic berdasarkan tujuan, konteks, dan perilakunya.
|
Tipe AI Bot . |
Potensi Nilai |
Bisnis Rekomendasi |
|
AI Search Bots |
Meningkatkan visibilitas brand dan konten dalam AI-generated answers . |
Allow pada konten publik yang memang ingin ditemukan |
|
AI Training Bots |
Mendukung pengumpulan data untuk pengembangan model AI . |
Review & limit jika terdapat IP atau konten proprietary . |
|
AI Fetch Bots |
Membantu pengguna mendapatkan informasi spesifik dari website . |
Allow dengan Security Inspection & Rate Control . |
|
Agentic AI |
Dapat menjalankan pencarian, interaksi dengan API, hingga workflow tertentu atas nama pengguna . |
Allow selectively berdasarkan identitas, tujuan, perilaku, dan tindakan yang dilakukan |
|
Unknown AI Bots |
Tujuan dan identitas tidak jelas . |
Restrict atau block sampai dapat diverifikasi |
|
Aggressive Crawlers |
Berpotensi meningkatkan beban aplikasi . |
Rate-limit atau block jika mengganggu performa |
.
Pendekatan di atas memungkinkan bisnis tetap memperoleh manfaat dari ekosistem AI tanpa memberikan akses yang tidak diperlukan ke seluruh bagian website. Imperva merekomendasikan pembagian website ke dalam beberapa zona, seperti public content, restricted content, dan area yang seharusnya tidak dapat diakses bot, termasuk admin paths, login actions, personal data, dan endpoint tertentu.
.
Mengelola AI Bot Traffic dengan Imperva AI Bot Protection
Mengelola AI bot traffic membutuhkan pendekatan yang lebih granular daripada sekadar memblokir automated traffic. Organisasi perlu mengetahui jenis bot yang mengakses aplikasi, memahami tujuan aktivitasnya, kemudian menerapkan kebijakan yang sesuai berdasarkan tingkat risiko.
Imperva Advanced Bot Protection membantu organisasi mengidentifikasi dan mengklasifikasikan AI traffic, termasuk AI Search Bots, AI Training Bots, AI Fetch Bots, dan Agentic AI. Dari klasifikasi tersebut, organisasi dapat menerapkan kebijakan berbeda untuk setiap jenis traffic, mulai dari allow, restrict, rate-limit, hingga block.
Tidak kalah penting, bot yang legitimate tetap perlu melewati security inspection. AI Fetch Bot, misalnya, dapat memiliki use case yang sah tetapi jenis AI bot ini bisa dimanfaatkan untuk mengirimkan malicious requests. Dengan Imperva, traffic yang diizinkan akan tetap diperiksa oleh Web Application Firewall (WAF) untuk membantu mendeteksi ancaman seperti SQL injection dan cross-site scripting.
Untuk traffic dengan volume tinggi, rate limiting dapat membantu mengendalikan frekuensi request agar automated activity tidak mengganggu availability dan performa aplikasi. Sementara itu, DDoS Protection memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap traffic berlebihan yang dapat mengganggu layanan.
Pendekatan ini menjadi semakin penting dengan munculnya Agentic AI, yang tidak hanya membaca konten tetapi juga dapat berinteraksi dengan aplikasi, API, dan business logic. Karena itu, pengendalian tidak cukup berdasarkan identitas bot. Organisasi juga perlu mempertimbangkan tindakan yang dilakukan dan menentukan apakah aktivitas tersebut memang diperlukan dan diizinkan.
Dengan menggabungkan AI bot classification, granular policy enforcement, WAF, dan DDoS Protection, Imperva membantu organisasi mempertahankan akses terhadap AI traffic yang memberikan nilai sekaligus mengurangi exposure terhadap scraping, abusive traffic, dan serangan otomatis.
.
Baca Juga: AI Bot Protection, Masa Depan Keamanan Aplikasi Modern
.
Mengelola AI Traffic Tanpa Mengorbankan Keamanan
AI bot traffic akan terus menjadi bagian dari ekosistem digital. Bagi bisnis, tantangannya bukan hanya bagaimana mendapatkan lebih banyak traffic, tetapi bagaimana memastikan traffic tersebut memberikan nilai tanpa meningkatkan risiko terhadap aplikasi, data, dan infrastruktur.
Dengan visibility, classification, dan security controls yang tepat, organisasi dapat tetap terbuka terhadap AI traffic yang memberikan manfaat sekaligus membatasi aktivitas yang berisiko.
Ingin mengetahui bagaimana Imperva dapat membantu organisasi Anda mengelola AI bot traffic secara lebih aman dan terkontrol?
Hubungi tim ahli Converion Solution Informatica, bagian dari CTI Group, untuk mendapatkan solusi dan konsultasi keamanan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
Penulis: Wilsa Azmalia Putri
Content Writer CTI Group
.
.


