Data bisnis saat ini tidak lagi datang dalam bentuk yang seragam. Informasi customer, aktivitas aplikasi, transaksi, hingga berbagai data digital dapat terus berubah dan bertambah seiring bisnis berkembang.
Di sisi lain, aplikasi juga dituntut untuk tetap responsif ketika jumlah pengguna dan workload meningkat. Tantangannya bukan hanya bagaimana menyimpan lebih banyak data, tetapi bagaimana data tersebut tetap mudah diakses dan dapat mendukung aplikasi secara cepat.
Kebutuhan inilah yang membuat NoSQL database semakin relevan untuk berbagai aplikasi modern. Lalu, apa yang membuatnya berbeda dan mengapa pendekatan ini menarik bagi enterprise?
Memahami Enterprise NoSQL Database
Secara sederhana, NoSQL adalah pendekatan database yang memungkinkan data disimpan dan diakses di luar struktur tabel relasional tradisional. Salah satu contohnya adalah document database yang menyimpan data dalam format seperti JSON. Model seperti ini memberikan fleksibilitas ketika struktur data dapat berubah atau ketika aplikasi harus menangani berbagai jenis data.
NoSQL juga umumnya dirancang sebagai database terdistribusi. Data dan workload dapat didistribusikan ke beberapa server atau node sehingga kapasitas dapat ditingkatkan secara horizontal sesuai kebutuhan. Pendekatan ini membuat NoSQL cocok untuk aplikasi yang menghadapi pertumbuhan data dan traffic secara dinamis.
Lalu, apa yang dimaksud dengan enterprise NoSQL? Istilah ini pada dasarnya mengarah pada penerapan database NoSQL untuk workload enterprise yang membutuhkan lebih dari sekadar fleksibilitas data. Database harus mampu mendukung performance, scalability, availability, resilience, serta kebutuhan operasional yang muncul ketika aplikasi berjalan dalam skala besar.
Jadi, adanya enterprise NoSQL bukan berarti SQL sudah tidak relevan. Justru, database relasional dan NoSQL dapat digunakan berdampingan, tergantung kebutuhan aplikasi dan karakteristik data yang dikelola.
Mengapa Enterprise Mulai Melirik NoSQL?
Ketika workload bertambah, kebutuhan database ikut berubah. Perusahaan membutuhkan cara untuk menambah kapasitas tanpa membuat arsitektur semakin sulit dikelola.
Salah satu keunggulan NoSQL adalah scalability. Database dapat melakukan scale-out dengan menambahkan server atau node untuk menangani peningkatan workload. Pendekatan ini sangat relevan untuk aplikasi yang pertumbuhan datanya sulit diprediksi atau mengalami lonjakan traffic.
Ada pula fleksibilitas struktur data. Karena tidak selalu bergantung pada schema yang kaku seperti database relasional, perubahan atribut atau struktur data dapat dilakukan dengan lebih fleksibel. Hal ini membantu tim development ketika aplikasi terus mengalami perubahan dan iterasi.
Dari sisi performance, sejumlah platform NoSQL dirancang untuk mendukung workload dengan throughput tinggi dan latency rendah. Kemampuan tersebut membuatnya relevan untuk aplikasi yang membutuhkan akses data secara cepat, seperti customer-facing applications, e-commerce, real-time services, hingga aplikasi dengan volume data besar.
Skalabilitas horizontal juga dapat membantu perusahaan mengelola pertumbuhan secara lebih efisien karena resource dapat ditambahkan sesuai kebutuhan, bukan selalu bergantung pada peningkatan kapasitas satu server. Namun, semua manfaat tersebut kembali pada satu pertanyaan: bagaimana database dapat membantu bisnis menggunakan data dengan lebih efektif? Nah, salah satu contohnya dapat dilihat dari implementasi Comcast.
Bagaimana Comcast Menggunakan NoSQL untuk Membangun Customer 360?
Comcast melayani customer melalui berbagai lini bisnis, termasuk layanan video, high-speed internet, dan voice. Beragam layanan dan touchpoint yang digunakan membuat informasi tentang setiap customer tersebar di berbagai interaksi, sehingga sulit bagi perusahaan untuk membangun satu gambaran yang utuh.
Comcast kemudian menggunakan Couchbase untuk membangun pendekatan Customer 360. Dengan pendekatan ini, ketika customer menghubungi tim support, mereka dapat langsung mengakses informasi yang dibutuhkan tanpa harus menelusuri data dari berbagai sumber. Hal ini membantu tim support mendapatkan konteks yang lebih lengkap untuk menangani setiap panggilan.
Dampaknya tidak hanya pada data yang lebih terorganisir, tetapi juga pada kualitas layanan. Akses informasi yang lebih cepat membantu tim support memberikan respons yang lebih relevan kepada customer. Dari sini, peran database mulai terlihat dari sisi bisnis yang bukan sekadar infrastructure layer di belakang aplikasi, tetapi fondasi yang memastikan informasi tersedia saat dibutuhkan.
Bagaimana Couchbase Membantu Comcast Menangani Data dalam Skala Besar?
Membangun Customer 360 tentu bukan hanya persoalan mengumpulkan data. Data tersebut harus tetap dapat diakses dengan baik ketika jumlah workload dan pengguna bertambah. Couchbase mendukung kebutuhan tersebut melalui beberapa kapabilitas.
Multi-Dimensional Scaling (MDS) memungkinkan service dalam cluster, seperti data, index, dan query, di-scale secara independen. Artinya, perusahaan dapat menambah resource pada workload yang memang membutuhkan kapasitas lebih besar tanpa harus meningkatkan seluruh service secara bersamaan. Pendekatan ini membantu penggunaan resource menjadi lebih efisien.
Kemudian, SQL++, yang sebelumnya dikenal sebagai N1QL, menyediakan pengalaman query dengan sintaks yang familiar seperti SQL untuk mengakses document data. Ini membantu tim melakukan query terhadap data tanpa harus meninggalkan pendekatan yang sudah familiar bagi developer.
Untuk mendukung availability dan distributed deployment, Cross Data Center Replication (XDCR) memungkinkan data direplikasi antar-cluster, termasuk di beberapa data center. Kemampuan ini membantu menjaga workload tetap tersedia saat terjadi kegagalan pada salah satu data center, sekaligus mendukung akses data untuk aplikasi mission-critical yang beroperasi di berbagai lokasi.
Couchbase memiliki integrated caching layer yang membantu menyediakan akses data berkecepatan tinggi. Comcast memanfaatkan kemampuan ini untuk mendukung workload dalam skala besar. Berdasarkan studi kasus resmi Couchbase, implementasinya mencakup lebih dari 40 juta dokumen dan 61 ribu pengguna. Comcast melaporkan peningkatan performance seiring meningkatnya workload, single source of customer information yang mendukung pengalaman support, serta pertumbuhan yang lebih cost-effective melalui MDS.
Apa yang Bisa Dipelajari Enterprise dari Customer 360 Comcast?
Kasus Comcast menunjukkan satu hal penting bahwa tantangan database enterprise bukan hanya tentang seberapa banyak data yang dapat disimpan. Kecepatan dan konsistensi dalam mengakses data justru menjadi bagian penting ketika informasi tersebut dibutuhkan untuk mendukung customer experience.
Bayangkan seorang customer menghubungi support karena mengalami masalah. Jika informasi mengenai account, layanan, dan interaksi sebelumnya tersebar di beberapa sistem, agent harus menghabiskan waktu untuk mencari konteks sebelum membantu customer. Sebaliknya, ketika informasi tersebut dapat dihadirkan dalam satu customer view, prosesnya menjadi jauh lebih sederhana.
Konsep yang sama dapat diterapkan pada berbagai kebutuhan enterprise. Misalnya, recommendation engine membutuhkan akses data yang cepat untuk menghasilkan rekomendasi yang relevan, sementara aplikasi digital harus mampu menangani lonjakan pengguna. Di sisi lain, sistem real-time membutuhkan low latency agar data dapat diproses dengan cepat tanpa mengganggu pengalaman pengguna.
Artinya, nilai enterprise NoSQL tidak berhenti pada kemampuan menyimpan data dalam skala besar. Nilainya muncul ketika data tersebut dapat mendukung aplikasi dan keputusan bisnis secara real-time.
Baca Juga: Bisnis Sukses Manfaatkan Data Real-Time! Begini Cara Cepat Analisis dan Ambil Keputusan
Mengapa Couchbase Relevan sebagai Enterprise NoSQL Database?
Ketika aplikasi menjadi semakin penting bagi bisnis, database di belakangnya juga perlu memiliki fondasi yang mampu mengikuti perkembangannya.
Couchbase menggabungkan fleksibilitas document database dengan kemampuan yang dirancang untuk workload enterprise, termasuk multi-dimensional scaling, SQL++, in-memory caching, dan XDCR. Platform ini juga menawarkan kemampuan untuk menjalankan dan menskalakan berbagai database services secara independen serta mendukung distributed deployment.
Pengalaman Comcast memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana kemampuan tersebut digunakan dalam skala besar dengan lebih dari 40 juta dokumen dan 61 ribu pengguna, sekaligus mendukung tujuan untuk memberikan customer experience yang lebih cepat dan konsisten.
Karena itu, memilih enterprise NoSQL database bukan hanya tentang menampung data yang terus bertambah. Database juga perlu menjadi fondasi yang membuat data tetap scalable, accessible, dan siap mendukung aplikasi maupun bisnis saat terus berkembang.
Baca Juga: Couchbase vs MongoDB: Mana Database Terbaik untuk Bisnis Modern?
Siap Menentukan Solusi Database untuk Kebutuhan Enterprise?
Setiap bisnis memiliki kebutuhan data, workload, dan arsitektur IT yang berbeda. Sebagai bagian dari CTI Group, Converion Solution Informatica siap membantu Anda mengevaluasi kebutuhan tersebut dan menentukan pendekatan database yang sesuai, termasuk Couchbase sebagai enterprise NoSQL database untuk mendukung workload dan aplikasi dalam skala besar.
Konsultasikan kebutuhan IT Anda bersama tim kami dan temukan solusi database yang tepat untuk mendukung pertumbuhan bisnis Anda.
Penulis: Wilsa Azmalia Putri
Content Writer CTI Group
.


